Muay Thai Jakarta Selatan : Ritual Sebelum Pertarungan Muay Thai

Ketika para petarung memasuki ring pertarungan, biasanya mereka terlihat mengenakan perlengkapan simbol dan atribut, yaitu:
Mongkon yang ada pada kepala mereka, Paprachiat pada lengan, dan juga Pong Malai di leher mereka.
Para petarung memasuki ring tidak pernah menerobos dari bawah atau di antara tali ring.
Ini adalah sikap simbolis yang terkait erat dengan budaya Thailand. Dalam budaya Thailand, kepala seseorang dianggap bagian terpenting dari tubuh, keramat dan suci. Tapi kaki sebaliknya, dianggap rendah dan kotor.
Seorang petarung Muay Thai harus selalu masuk ke dalam ring dengan melangkahi tali ring, artinya kepala tidak boleh di bawah tali ring.

Ketika petarung sudah berada di tengah-tengah ring, lalu menundukkan kepala ke masing-masing empat arah sisi ring sembari memberi hormat kepada para penonton yang melihat pertarungan.
Petarung kemudian kembali ke pojoknya dan jika dia memakai jubah, pelatih melepaskannya untuk melanjutkan upacara pra-pertarungan.

Langkah-langkah Ritual:
1. Menyegel Ring (Sealing the Ring)
Mulai dari sudut, petarung menempatkan tangan kanannya di atas tali ring teratas dan berjalan searah jarum jam di sekitar ring, secara simbolis artinya “menyegel ring”.
Tindakan penyegelan ring merupakan pernyataan kepada lawan: “Ini hanya kau dan aku sekarang.”
Penyegelan ini bermakna sudah saatnya sang petarung keluar dari kerumunan tim, pelatih, hakim, dan semua orang dari pertandingan ini. Ini hanya kau dan aku sobat!

2. Penghormatan Pada Guru (Wai Khru)
Setelah menyelesaikan penyegelan ring, masing-masing petarung mengambil posisi di tengah ring dan berlutut menghadap ke arah tim perguruan / sasananya.
Kemudian si petarung melakukan tiga kali bersujud, menyentuh dahinya ke lantai. Ini disebut Wai Khru (Wai berarti tunduk/hormat, Khru berarti guru).
Ketiga sujud mempunyai makna yang berbeda dari masing-masing petarung, lazimnya sebagai penghormatan kepada guru dan perguruan, keluarga, dan terakhir sujud kepada dewa.

3. Tarian Pemanasan (Ram Muay)
Masing-masing Petarung kemudian memulai ritual tari seperti rumit yang disebut Ram Muay.
Petarung berjalan dengan melakukan banyak gerakan yang kompleks, seiring dengan gerakan jurusnya.
Awalnya, gerakan ini hanya untuk pemanasan, peregangan, dan pengujian tanah dari daerah pertarungan yang telah ditentukan.
Seiring waktu, ini berubah menjadi ritual yang rutin dilakukan dalam tiap pertarungan / pertandingan Muay Thai ( Thai Boxing ).
Ram Muay selain bagian dari budaya ritual simbolis juga bertujuan sebagai “waktu khusus” bagi petarung guna persiapan mengumpulkan pikiran serta langkah-langkah strategi dalam pertarungan.

4. Penghormatan Kepada Lawan Tarung / Perguruan lawan
Setelah Ram Muay selesai, para petarung sujud ke arah pojok lawan untuk memberi hormat kepada petarung lawan dan perguruan lawan, kemudian kembali ke pojok masing-masing untuk menerima berkat akhir dari guru / Khru / pelatih.
Khru / guru pelatih kemudian dengan hati-hati melepas Mongkon dari kepala petarung dan Pong Malai dari leher lalu menggantungnya.

Lagi pula, tradisi dan ritual di atas adalah praktek yang paling umum yang terkait dengan Thai boxing / Muay Thai. Meskipun kini telah dipengaruhi oleh agama, semua tradisi dan ritual belum pudar, karena ritual Muay Thai Jakarta Selatan adalah bagian terbesar dari budaya Thailand. Itulah pembahasan mengenai apa saja ritual dalam muay thai yang wajih diketahui oleh para petarung Muay Thai Jakarta Selatan dan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *